← Kembali ke daftar artikel

LAPORAN RESMI

Industri Restoran AS Diproyeksikan Capai Penjualan 1,5 Triliun Dolar pada 2025

Dirilis sumber pada

National Restaurant Association, asosiasi bisnis restoran terbesar di Amerika Serikat, merilis laporan tahunan State of the Restaurant Industry 2025 pada 6 Februari 2025. Siaran pers yang menyertainya merangkum proyeksi dan temuan survei terhadap operator restoran dan konsumen. Berikut angka-angka utamanya.

1. Penjualan 1,5 triliun dolar

Didorong kondisi ekonomi yang positif dan permintaan konsumen yang bertahan, industri restoran dan jasa boga AS diperkirakan mencapai penjualan 1,5 triliun dolar pada 2025. Michelle Korsmo, Presiden dan CEO asosiasi, menyebut pertumbuhan penjualan diperkirakan lebih dari 4 persen.

2. Tambahan 200.000 pekerjaan

Industri ini diproyeksikan menambah sekitar 200.000 pekerjaan baru sehingga total tenaga kerja mencapai 15,9 juta orang pada akhir tahun. Dengan jumlah itu, restoran tetap menjadi pemberi kerja sektor swasta terbesar kedua di AS.

3. Delapan dari sepuluh operator optimistis

Lebih dari 8 dari 10 operator memperkirakan penjualan 2025 lebih tinggi atau setidaknya sama dengan 2024. Pada saat yang sama, mereka memperkirakan tekanan persaingan akan meningkat.

4. Permintaan yang tertahan

Konsumen menyatakan akan lebih sering menggunakan restoran jika punya uang lebih. Sentimen ini berlaku di semua segmen: makan di tempat pada restoran dengan layanan meja (81 persen), mengunjungi restoran cepat saji, toko camilan, deli, atau kedai kopi (76 persen), dan memesan antar ke rumah (82 persen).

5. Fokus kembali ke makan di tempat

Mayoritas operator menilai menaikkan kunjungan langsung akan lebih penting bagi kesuksesan mereka pada 2025. Angkanya mencapai 90 persen untuk operator fine dining dan 87 persen untuk casual dining.

6. Pengalaman sebagai bagian dari nilai

Laporan menyebut makna "nilai" bagi konsumen pada 2025 meluas dari sekadar harga ke pengalaman, keramahan, dan keterjangkauan. Sebanyak 70 persen konsumen tertarik pada acara cicip rasa, 52 persen pada makan malam privat bersama chef, dan 50 persen pada kelas memasak di restoran.

7. Program loyalitas

Di antara operator yang memiliki program loyalitas, 70 persen mengatakan program itu membantu menaikkan kunjungan. Dari sisi konsumen, keanggotaan program hadiah memengaruhi pilihan tempat makan bagi 61 persen pelanggan pesan antar, 54 persen pelanggan cepat saji, dan 41 persen pelanggan restoran layanan meja.

8. Pesan antar dan bawa pulang tetap penting

Sebanyak 82 persen konsumen, termasuk 89 persen milenial, berminat lebih sering memesan antar jika keuangan memungkinkan. Lebih dari separuh konsumen menganggap layanan bawa pulang penting, termasuk 67 persen Gen Z dan 64 persen milenial. Separuh operator melaporkan penjualan di luar tempat kini mengambil porsi pendapatan yang lebih besar dibanding 2019.

9. Kekhawatiran yang sama

Meski prospeknya positif, operator menghadapi tantangan yang serupa dengan 2024: kenaikan biaya tenaga kerja dan bahan makanan, serta kesulitan merekrut dan mempertahankan karyawan.

Catatan

Angka-angka di atas adalah proyeksi dan hasil survei asosiasi industri, bukan statistik pemerintah. Artikel ini menulis ulang siaran pers tersebut dengan bahasa sendiri. Laporan lengkapnya dapat diunduh melalui tautan sumber.

← Kembali ke daftar artikel